Pria Tewas dalam Mobil di Bekasi, Ini Kesimpulan Polisi

32
Polres Metro Bekasi Kota, mengungkap misteri tewasnya pria paruh baya di dalam mobil, di sekitar Rawalumbu, Kamis (29/8/2019) (Foto Handi Sanjaya)

wawainews.ID, Bekasi -Misteri tewasnya pria paruh baya dengan kondisi terbakar di dalam mobil di Jalan Terusan Topas, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, terungkap.

Pria tersebut diketahui bernama Halomoan Panjaitan (50) berstatus sebagai pengusaha minuman Lapo di wilayah Bantargebang.

“Dari pemeriksaan para saksi dan autopsi yang dilaksanakan sementara membuat kesimpulan bahwasannya korban atas nama HP (inisial korban) ini meninggal karena bunuh diri,” ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, Jumat (30/8/2019).

Korban Halomoan Panjaitan (60), tewas karena bunuh diri. Pernyataan itu didukung berdasarkan hasil visum di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Dia menandaskan bahwa Korban tewas bukan karena luka bakar tapi karena menghirup asap karbonmonoksida. Menurut dia, dari hasil visum ditemukan gejala warna hitam pada kerongkongan dan tenggorokan.

Artinya, sambung Eka, tenggorokan terbakar akibat menghisap asap panas. Kemudian gasnya masuk dalam pembuluh darah sehingga muncul warna merah terang seluruh organ tubuh. Selain itu otot-otot berwarna merah terang

“Sebab kematian akibat keracunan sisa pembakaran yang tidak sempurna (karbonmoniksida) sehingga mengakibatkan mati lemas. Dan berdasarkan otopsi juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Aksi bunuh diri Holomoan diperkuat saat kejadian, polisi menemukan satu botol bekas beraroma bensin dan korek api serta pakaian yang terbakar.

Fakta lainnya bahwa dari keterangan keluarga mengatakan Halomoan diduga bunuh diri lantaran frustasi atas masalah sakit yang dideritanya. Diketahui korban mengidap penyakit gula.

“Penyakit gula mengakibakan penglihatan korban berkurang,” ujar Eka Mulyana, korban belakangan tidak menjalin hubungan yang harmonis dengan sang istri berinisal TS.

“Itu semua baru hasil kesimpulan sementara, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, otopsi dan visum. Jika ada perkembangan lagi kita informasikan,” pungkasnya.(Handi Sanjaya)