Pilkades Antara Alih Generasi atau Tetap Generasi Tua

149
Sebanyak tujuh Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Jatiagung, hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III tahun 2019 di 131 desa se-Kabupaten Lampung resmi dilantik, Jumat (23/8/2019)

Pendaftaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Lampung Timur, bergulir. Sejumlah kandidat mulai mempersiapkan diri, untuk mengikuti pencalonan. Ada fenomena menarik, antara generasi tua vs muda mulai mengisi pendaftaran Pilkades serentak di Lamtim.

Di sini penulis, hanya ingin mengomantari soal calon kades muda dan tua. Karena penting generasi muda harus menerobos stigma kedewasaan yang oleh sebagian orang tua muda belum layak memimpin. Estapet harus beralih, kesempat muda itu harus dijemput.

Tersendatnya alih generasi kepemimpinan saat ini harus diterobos. Kaum muda harus berani bermimpi untuk memimpin dalam skala dan cakupan apa pun. Mimpi yang ditanam haruslah dipupuk dengan ikhtiar dan praksis.

Itulah proses yang mengalir dalam mencapai suatu tujuan. Pemuda harus bermimpi dengan ikhtiar tentu harus melalui segenap kepercayaan diri. Generasi muda harus menunjukkan kepada kalangan tua bahwa muda mampu berkarya dan membuat perubahan. Sedari sekarang, kaum muda harus percaya diri untuk tampil.

Namun, alih generasi tentu tidak sekadar berganti kulit, melainkan esensi. Oleh karenanya mereka harus paham makna leadership (kepemimpinan). Apa sih kepemimpinan itu sendiri.

“Pemuda lebih cocok mencipta ketimbang memutuskan, Lebih cocok bertindak ketimbang menimbang, lebih cocok menggarap proyek baru ketimbang proyek mapan.Orang Tua terlalu sering menolak, terlalu lama berunding, terlalu sedikit berbuat. Sungguh baik bila terpadu keduanya, karena problema bisa terpecahkan oleh nilainya.” (Francis Bacon).

Kepemimpinan mengacu kepada prilaku yang ditunjukkan seseorang atau lebih individu dalam kelompok yang membantu kelompok dalam mencapai tujuannya.

Setiap pemimpin memiliki gaya dan cara yang berbeda-beda dalam memimpin. Dan dikatakan tidak apabila dalam memimpin, orang tersebut tidak berhasil membawa kelompoknya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

tiga ciri pokok dari kepemimpinan, yaitu Persepsi sosial, Kemampuan berpikir abstrak, dan Keseimbangan emosional. Tiga hal inilah yang akan kita bahas dalam kaitannya Antara Kepemimpinan Kaum Muda dan Tua.

Persepsi Sosial adalah kecakapan dalam melihat dan memahami perasaan, sikap dan kebutuhan anggota-anggota kelompok. Hal ini mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Kemampuan berpikir Abstrak, yang berarti memiliki kecerdasan yang tinggi. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kemampuan menafsirkan, menganalisis dan bahkan insting yang kuat dalam menghadapi suatu keadaan.

Disini, dalam mengambil suatu keputusan atau kebijakan, pemimpin harus mengambil suatu resiko. Keseimbangan emosional.

Hal ini tentunya sangat penting ketika seorang pemimpin menghadapi masalah. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang sanggup mengendalikan emosinya, dan bukan dia yang dikendalikan oleh emosi.

Dari ciri tersebut, jika dilihat secara obyektif nampaknya Kaum tua lebih mendominasi ketiganya meskipun tidak semua.

Dalam mengambil keputusan, Kaum tua lebih banyak berpikir berdasarkan experience/ pengalamannya, sehingga kemungkinan resiko kegagalan sedikit banyaknya dapat diminimalisir. Kaum tua juga memiliki persepsi sosial dan stabilitas emosional yang cukup baik, mungkin karena faktor kedewasaan, pengalaman dan kematangan pemikiran.

Biasanya dalam menilai orang lain dalam kelompoknya, ia lebih cenderung bercermin kepada dirinya sendiri.Namun, jika kita bertolak kepada kepemimpinan Kaum Muda, ada beberapa ciri yang dapat saya kemukakan, yaitu Lebih antusias dan bersemangat Cenderung lebih egois dan menang sendiri, yang sangat erat kaitannya dengan stabilitas emosi.

Bertindak dengan orientasi pada hasil dan prestasi untuk mendapatkan pengakuan
Terlalu cepat dalam mengambil keputusan, atau berani “Gambling” Bertanggung jawab Dari ciri pokok ini, Kepemimpinan muda memang masih jauh untuk memenuhi ketiga ciri pokok yang telah saya sebutkan diatas.

Namun, beberapa ciri positif yang dimiliki Kaum muda ini tidak dimiliki oleh kepemimpinan kaum tua, dimana ketika kedua golongan leadership ini dikonvergensikan, akan menciptakan kepemimpinan yang lebih Solid ketimbang kepemimpinan yang didominasi oleh kaum tua saja, seperti yang terjadi di negara kita sekarang.

Jadi menurut hemat saya, sangatlah pantas apabila Kaum muda diberi kesempatan untuk mengemukakan apresiasinya dan atau memberikan gaya yang berbeda dalam memimpin.(red)