Tinjau Karhutla di Jambi, Kepala BNPB Disambut Hujan

34
Kepala BNPB Doni Monardo menunjau penanganan Karhutla wilayah Jambi. Dia di Posko Karhutla, Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi, disambut hujan, Selasa (24/9). (Ist)

wawainews.ID, Jambi – Kepala BNPB Doni Monardo, mengunjung Provinsi Jambi untuk melihat langsung penangan Karhutla wilayah setempat. Dia tiba di Posko Karhutla, Desa Arang-Arang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi langsung disambut hujan, Selasa  (24/9).

“Alhamdulilah pagi ini diawali hujan, dari hasil usaha kita bersama. Doa dan usaha manusia memadamkan Karhutla. Saya mendapat laporan sudah delapan kabupaten yang mengalami hujan. ” katanya.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Karhutla di Provinsi Jambi sangat buruk. “Hal ini berdampak kepada kesehatan. Catatan ISPU tahun 2019 lebih jelek dibandingkan tahun 2015” tandasnya Doni.

Jambi begitu pekat asapnya, karena lebih dari lima ribu hektar adalah lahan gambut yang kedalamannya cukup dalam. Pada beberapa tempat apinya ada yang berada di dalam tanah, dengan kedalaman 5 meter.

Data BMKG menunjukkan tahun 2015 ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi adalah 173 (Tidak Sehat). Sedangkan di tahun 2019 ISPU (Partikulat PM10) terburuk Jambi mencapai 411 (Berbahaya) data sampai dengan 23 September 2019.

Kedepannya, pencegahan akan jauh lebih baik dari penanggulangan. TMC dan water bombing tidak serta merta dapat mengatasi Karhutla. Hanya alam yang dapat mengatasinya, yakni Hujan.

Strategi selanjutnya adalah menggalakkan sosialisai kepada masyarakat secara langsung. Libatkan pemuka agama dan sebagainya untuk sosialisasi. “Tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar” pesannya.

Selain dampak terhadap kesehatan juga berakibat buruk. Kepala BNPB berpesan jangan sampai ada lagi titik api baru. Mari kita bersinergi dan berkolaborasi dengan semua komponen. Tidak lupa media juga harus mengawal, dan mengingatkan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, BNPB juga memberikan bantuan mesin pompa sebanyak tujuh set, dan 1.000 oksigen ke Provinsi Jambi. (Nal)