Ironis AIM Kena OTT, Warga Lampura Sembelih Tujuh Ekor Kambing

379
Unik dan ironis cara warga Lampung Utara mengekspresikan kegembiraannya atas OTT KPK kepada Bupatinya, Agung Ilmu Mangkunegara. Bukan bersedih warga gembira atas keberhasilan Komisi anti rasuah itu. Ekspresinya dengan menyembelih 7 ekor kambing bentuk nazar masyarakat, Senin (7/10/2019). Scht.

LAMPURA – Wat-wat Gawoh, cara masyarakat Kabupaten Lampung Utara, mengekspresikan kegembiraannya terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap, Agung Ilmu Mangkunegara, sang Bupati setempat.

Bukan bersedih tapi mereka meluapkan kegembiraan dengan menyembelih kambing di depan komplek perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda). Tak tanggung-tanggung, tujuh ekor kambing disembelih bentuk syukur warga atas tertangkapnya Politisi Nasdem tersebut.

Hal tersebut bentuk pelajaran bagi pemimpin lainnya. Ketika semua rakyat bersedih atas kehilangan sang pemimpin, tapi rakyat Lampung Utara menunjukkan hal berbeda, kegembiraan yang membuncah, mengalahkan syukuran setelah panen raya.

“Ini hanya simbolis, satu ekor kambing. Sebenarnya ada tujuh ekor kambing, bentuk syukur atas tertangkapnya pemimpin zholim,”ungkap Andi Fernan mengaku masyarakat Lampung utara didepan kantor Pemda setempat, Senin (7/10/2019).

Seekor kambing pun disebelih dipintu gerbang Pemda Lampung Utara dengan disaksikan banyak pihak. Selain berteriak Takbir, mereka juga meneriakkan “Hidup KPK” seraya menyembelih seekor kambing berwarna hitam tersebut.

Andi Fernan, lebih lanjut menyebut, ini bentuk kegembiraan dan apresiasi terhadap KPK yang telah melakukan OTT kepada Bupati Lampung utara. Harapan tersebut sudah lama ditunggu warga atas kezoliman sang Bupati Muda tersebut dalam menjalankan roda Pemerintah di wilayah setempat.

“Ini ironis ketika pemimpinnya ditangkap KPK rakyat bukan sedih. Tetapi bergembira dengan menyembelih kambing. Ini bentuk penderitaan yang terlalu lama dirasakan oleh rakyat akibat kezaliman sang pemimpin,”ucap Andi sebagai mana viral di youtube.

Dia berharap KPK dapat menuntaskan sampai ke akar akar persoalan korupsi yang ada di Lampung Utara. Rakyat hanya ingin Lampung Utara bebas korupsi.(red)