KAHMI Samarinda, Tuntut Audit Tatakelola Reklamasi Tambang dan Air Kolam

112 views
Alumni KAHMI, Mengangkat kartu kuning dan meniup pluit bentuk kritikan kepada Wali Kota Samarinda, dalam tata kelola reklamasi tambang dan kolam air. (Ist)

wawainews.ID, Samarinda – Alumni KAHMI Samarinda, menuntut dilakukan audit investigasi terkait reklamasi tambang dan tata kelola air kolam tambang daerah Samarinda Utara. Hal tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

“Saat banjir, Bapak Walikota Samarinda tidak berada di tempat dari tanggal 9-19 Juni 2019. Dimana beliau saat itu,” ungkap Alumni KAHMI Samarinda, Anas Yusfiuddin, dalam acara Halal bi Halal Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Samarinda, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Alumni KAHMI Samarinda, Anas Yusfiuddin memgangkat kartu kuning dan meniup pluit bentuk kritikan kepada Wali Kota Samarinda

“Saya memberikan Kartu Kuning kepada Walikota Samarinda” tegasnya bersemangat sembari mengangkat Kartu Kuning dan meniup pluit yang sudah dipersiapkannya bentuk kritik untuk Wali Kota Samarinda.

Baca juga: Mengunjungi Desa Sayak Pampang di Kaltim

Anas Yusfiuddin, menjabarakan beberapa permasalahan dirasakan oleh para korban banjir di beberapa kecamatan. Menurutnya, lebih kurang ada 17.000 KK dan 51.000 jiwa korban banjir Samarinda menagisi kondisi tersebut. Dia bertanya apakah pantas sebagai pemimpin saat rakyatnya dilanda bencana beliau saat itu berada di German untuk urusan keluarga.

Belum selesainya persoalan banjir di daerah Samarinda, juga mendapat tanggapan serius dari Ketua KAHMI Samarinda Mudiyat Noor dengan mengajak pemerintah untuk berdialog.

“Kami mengajak pemerintah berdialog untuk mengetahui persoalan banjir yang hingga kini belum bisa diselesaikan,” kata Mudiyat Noor selaku Ketua KAHMI Samarinda

Mudiyat menambahkan, KAHMI ini membantu mencari solusi dari persoalan yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Kota Samarinda.

“Setelah kita mengetahui nantinya. KAHMI akan diskusikan di dalam internal apa yang harus dibantukan. Kami yakin bersama mencari solusi, bisa menyelesaikan masalah yang ada,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris daerah Pemkot Samarinda Sugeng Chairuddin, dalam acara diskusi tersebut, mengaku sedih mengetahui  tanggapan warga Samarinda terkait banjir yang selalu menyalahkan Pemerintah. Dikatakan bahwa semua berkesinambungan dalam menjaga Kota Samarinda.

“Kota Samarinda bukan milik Syaharie Jaang, juga bukan milik Sugeng Chairuddin, Samarinda milik kita bersama. Jadi bagaimana pun Pemerintah berusaha, kalau tidak ada kerjasama untuk menjaga Kota Samarinda itu sendiri ya sia-sia,” sebutnya.

Menurutnya masalah tidak bisa dilihat dengan satu sisi, semua berkesinambungan. “Biar pemerintah sebagus apapun menanggulangi masalah banjir apabila masyarakat tidak sadar akan kotanya sendiri ya tidak akan bisa,” tegas Sugeng.

Pada acara Halal bi Halal Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Samarinda terlaksana penuh kehangatan, dan berkumpul para tokoh-tokoh muda serta aktivis perkotaan. Kegiatan berlangsung di sekretariat KAHMI Samarinda pada tanggal 22 juni 2019, dengan mengambil tema dialog “Merajut tali Silaturrahmi Bersama mencari solusi Banjir Samarinda”. (Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here