LELUCON PARA BADUT MENGAKU PENDIRI PARTAI HANURA YANG TIDAK LUCU

oleh -137 views
Solihin Syam

Sholihin Syam, salah seorang pendiri Partai HATI NURANI RAKYAT (HANURA) yang sampai sa’at ini tetap komitmen menjalankan Visi, Misi, dan Landasan Perjuangan Partai HANURA yang didirikan oleh beberapa tokoh besar negeri ini, diantaranya Bapak Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH, MM.

Terpecahnya Partai HANURA menjadi 2 (dua) kubu, yakni kubu Ambhara dan Kubu Manhattan, tidak terlepas dari ketidak mampuan seorang Ketua Umum Partai HANURA yakni Saudara Oesman Sapta Odang (OSO) dalam memimpin sebuah partai besar, karena euforianyalah akhirnya Partai HANURA langsung terbelih yang kepemimpinannya hanya seumur jagung. Akibat dari kesewenang-wenangan dan ketidakmampuan sebagai seorang pemimpin, akhirnya Partai HANURA kini hanya jadi penonton di lembaga Legislatif DPR RI.

Oesman Sapta Odang (OSO) ternyata tidak hanya sendirian dan ternyata orang-orang dekatnya adalah benalu-benalu yang selalu menggerogoti manisnya partai dengan memakai topeng sebagai pendiri dan pengurus partai.

Sangat memalukan sekali bahwa ada segerombolan orang-orang yang menyatakan dirinya Pendiri melakukan Conferensi Pers dan akan melaporkan mantan Ketua Umum Partai HANURA Wiranto ke polisi. Sungguh sangat memalukan bahwa orang yang hanya dipanggil untuk kumpul dan akan dibagikan uang receh serta diganti uang ojeknya, lalu mengeluarkan pendapat bahwa Wiranto dan orang-orang yang mengaku HANURA. Mereka sungguh dibutakan matanya dan ditulikan hati telinganya sehingga tidak menyadari bahwa sejak berdirinya Partai HANURA Tahun 2006 s/d Tahun 2016 Partai HANURA membutuhkan biaya dan tidak pernah ada seperakpun orang-orang yang mengaku pendiri itu mengeluarkan dana.

Sholihin Syam, merasa wajar kalau Pak Wiranto mengatakan bahwa Munas Partai HANURA di Hotel Sultas pada tgl 16-17 Desember 2019 itu adalah KENDURIAN , begitupun Pak Chairuddin Ismail menyebutnya bahwa Munas Partai HANURA di Hotel Sultan adalah Munas abal-abal. Kita harus sadar dan se-sadarnya bahwa sebuah partai besar, tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan untuk merubah-rubah aturan, apalagi aturan itu bernama Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan orang bodoh mana yang mengatakan bahwa tindakan orang-orang Oesman Sapta Odang dengan mengganti AD/ART tanpa melalui Munas dan/atau Munaslub itu adalah benar.

Menghilangkan Satu pasal dalam AD tidak bisa didalam Rapimnas, apalagi yang dhilangkan itu adalah menyangkut jabatan Dewan Pembina yang kita sakralkan bahwa Dewan Pembina merupakan roh partai yang kewenangannya diatas kewenangan Ketua Umum. Dan sangat bodoh-lah orang-orang yang mendaftarkan AD/ART hasil Munas Partai HANURA di Solo Tahun 2015 sekedar untuk meniadakan Jabatan Dewan Pembina. Padahal dalam Munaslub I tahun 2016 telah menghasilkan keputusan-keputusan yang diantaranya merubah AD/ART dengan mencantumkan Pasal Dewan Pembina yang, dan Ketua Dewan Pembina dalam Munaslub I sekaligus sebagai Ketua Formatur penyusunan Kepengurusan DPP Partai HANURA Periode 2015-2020. Namun dengan kebodohan mereka-mereka itu, menarik AD/ART hasil Munaslub I dan digantikan dengan AD/ART hasil Munas Tahun 2015 di Solo yang sa’at itu Oesman Sapta Odang belum ada. Akhirnya mereka bangga bahwa atas dasar AD/ART Partai bahwa kedudukan Dewan Pembina tidak ada, dan tololnya lagi kenapa Ketua Umumnya Oesman Sapta Odang ya….

Inilah….menurut Bang Sholihin Syam bahwa Munas di Hotel Sultan itu Kendurian dan juga abal-abal. Sehingga sangat disayangkan apabila pemerintah dalam hal ini Menkumham RI mengeluarkan Surat Keputusan Kepengurusan Partai HANURA. Padahal Menkumham bahkan Presiden RI telah menerima dan membaca Fakta Integritas yang dibuat oleh Oesman Sampa Odang di sa’at akan mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum Partai HANURA pada Munaslub I Tahun 2016.

Bang Sholihin Syam, mendo’akan semoga mereka-mereka yang mengaku pendiri merasa malu, sehingga sadar dan insyaf serta bertaubat seakan-akan mereka akan mati besok hari. Terima kasih.

Jakarta, ..Desember 2019

Sholihin Syam, SE, MM
Kader dan Pendiri Hati Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *