Deddy Supriadi, Keluar Dari Zona Nyaman Pilih Jadi “Bos” Sendiri

oleh -520 views
Deddy Supriadi, Purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir AKP. Anak Betawi Bekasi itu Kini menjelma sebagai pengusaha,

BEKASI – Menjadi Bos bagi diri sendiri, adalah ungkapan motivasi populer dari Bob Sadino. Kata itu sepertinya  memotivasi Deddy Supriadi mengambil langkah berani untuk keluar dari zona nyaman yang dirintisnya dari nol sebagai PPNS di badan usaha plat merah punya pemerintah.

Melepaskan sesuatu yang sudah dimiliki untuk menggapai sesuatu yang belum pasti menjadi sesuatu yang paling dihindari kebanyakan orang, tapi hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Deddy Supriadi.

Meski belum ada kejelasan terutama kerjaan setelah mundur dari karirnya sebagai PPNS, sepertinya tidak menjadi penghalang keinginan kuatnya untuk berdikari. Deddy hanya bermodal nekat, tekadnya untuk menjadi bos bagi dirinya sendiri tidak bisa dibendung lagi.

Bahkan orang tuanya, yang juga sebagai seorang Polisi tidak bisa membendung ketika Deddy menyampaikan keinginan tersebut. Berbagai wejangan pun diberikan, tetapi tidak merubah keinginannya untuk meninggalkan karir yang banyak diminati orang tersebut.

Deddy Supriadi, sebelum keluar dari instansi pemerintah dia berpangkat terakhir sebagai Pemeriksa yang bertugas di BUMN sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Tapi bagi Anak Betawi Bekasi satu ini, pangkat dan jabatan tersebut tidak serta-merta membuatnya harus bertahan melupakan mimpinya untuk menjadi Bos bagi dirinya sendiri. Baginya setinggi apapun pangkat selama masih bekerja maka masih ada lagi diatasnya dan harus patuh dan tunduk pada aturan.

Hingga akhirnya, ditahun 2008 tekad tersebut terwujud. Dia pun mengajukan pensiun dini, itu pun tidak serta-merta diterima melainkan harus melewati beberapa proses karena menunggu lama waktu pengabdian.

Nasib baik seperti terus berpihak kepada Deddy, salah satu perusahaan ternama pun menariknya sebagai salah satu top manajemen. Hingga dia pun mengelola perusahaan swasta tersebut sampai beberapa tahun lamanya. Tapi, jiwa bos nya terus muncul dan keinginan menjadi bos bagi diri sendiri terus memotivasinya.

Deddy Supriadi, menunjukkan pekerjaan pertama kali saat menjadi kontraktor dibidang telekomunikasi

“Akhirnya saya memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan memulai usaha sendiri dibidang Kontraktor Telekomunikasi. Sampai akhirnya mendirikan perusahaan sendiri diberi nama Mumtaz Kreasi Mandiri,”ujar Deddy kepada Wawai News, Kamis (23/1/2020).

Bermodal pengetahuan selama di percaya menjadi salah satu petinggi di perusahaan swasta tersebut Deddy mengaku banyak menginspirasi usaha yang gelutinya sekarang hingga membuatnya menjadi bos bagi dirinya sendiri.

Tidak memahami pabrikasi soal las, tiang tower dan lainnya tapi dia bisa sukses dibidang pabrikasi besi membuat tiang, tower telekomunikasi, pembangunan bandar dan pekerjaan lainnya. Bahkan dia bisa memiliki delapan karyawan untuk bekerja dan satu administrasi.

“Sebulan saya harus, mengeluarkan uang untuk gaji orang mencapai Rp30 juta. Artinya Mumtaz Kreasi Mandiri sebulan harus memiliki income diatas Rp500 juta,”ujar Deddy.

Dengan banyaknya aktivitas dan menjalankan perusahaan tersebut, Deddy hanya menikmati semua tanggung jawab yang ada dalam membagi waktunya.

Menurutnya kesuksesan yang dicapainya merupakan buah dari komitmen, komunikasi dengan membangun banyak jaringan. Dikatakan bahwa peluang usaha tersebut orderannya tidak ada matinya selama di dunia masih ada komunikasi.

Diketahui, CV. Mumtaz Kreasi Mandiri (MKM) adalah perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa workshop, steele fabricator & construction telecomunication.

Selain menyuplai tiang pagar dan pintu perusahaan kontraktor tower Base Transceiver Station (BTS), MKM juga menyuplai ke semua perusahaan termasuk PT. Pertamina Persero, serta tiang pagar dan pintu untuk beberapa Bandara di Indonesia.

MKM sendiri menyediakan barang dan jasa seperti Pole KWH, Pole ACPDB, Tiang Tekuk, Kabel Tray, Box Control, dan Tower Pole, dan bekerjasama dengan kontraktor yang mengerjakan project dari perusahaan tower di Indonesia.

Deddy mengaku usaha yang ditekuninya tersebut bukanlah satu-satunya kesibukan yang dijalankan. “Selain jalankan usaha ini, saya juga aktif sebagai Wakil Ketua II Bidang Polhukam Ormas PP MPC Kota Bekasi dan Kepala Divisi Rehabilitasi GMDM Jawa Barat,”ungkap Deddy yang meski menginjak usia 48 tahun tetap tampil energik, gondrong dan gaya idealis seraya menunjukkan beberapa fotonya saat kegiatan. (Handi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *