Sudah Diingatkan, Bupati Lamtim Tetap Pasang Stiker di Sembako Bansos Covid-19

oleh -6.415 views
Foto Bupati Lamtim, pada paket Bansos dinilai mencederai sosial kemanusian masyarakat. Bahkan jauh hari Bawaslu sudah mengingatkan agar mengesampingkan kepentingan politik ditengah wabah Covid-19, Sabtu (25/4/2020)- foto ist

LAMTIM – Foto stiker Bupati pada paket Bantuan Sosial (Bansos) dinilai mencederai sosial kemanusian masyarakat. Dimana, saat ini semua pihak sedang berjibaku bergotong-royong untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi akibat pandemik Covid-19.

Semua pihak fokus  untuk membantu dengan mengesampingkan kepentingan tertentu, hanya satu tujuan untuk sosial dan kemanusiaan. Tapi Bansos di Lampung Timur, tercederai oleh gambar Bupati yang diketahui akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada mendatang.

Padahal jika ingin memperjelas bahwa Bansos tersebut adalah bantuan  dari pemerintah daerah, dengan tujuan agar masyarakat penerima Bansos bisa membedakan asalnya bantuan. Tentunnya cukup dipasang Logo Pemerintah Kabupaten disetiap paket Bansos tersebut. Pasalnya, apabila stiker foto bupati ini jelas tidak elok dan terkesan ada muatan kepentingan tertentu.

Menanggapi hal tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Lampung Timur, dikonfrimasi Wawai News, mengakui sudah mengingatkan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Lampung Timur terkait pemberian bantuan kepada warga yang terdampak pandemi Corona (Covid-19).

Uslih, Ketua Bawaslu Lampung Timur

“Kami Bawaslu Lamtim, telah mengirimkan surat pencegahan pelanggaran kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur,”tegas Uslih, Ketua Bawaslu Lamtim, kepada Wawai News, melalui pesan tertulisnya, Sabtu (25/4/2020).

Hal tersebut tandasnya, merupakan bentuk peringatan agar seluruh bakal calon tidak mempolitisasi bantuan-bantuan untuk kepentingan politik.

Menurutnya, Bawaslu tidak melarang bakal calon Bupati maupun bakal calon Wakil Bupati memberikan bantuan sosial karna itu perbuatan baik, tapi jangan dibungkus dengan kemasan kepentingan dalam pencalonan.

Melihat Bansos yang telah dibagikan tersebut Uslih, kembali mengimbau kepada seluruh bakal calon Bupati dan Wakil Bupati untuk tidak mengkampanyekan diri melalui bantuan-bantuan sosial di tengah wabah Corona (Covid-19).

“Kami sudah mengimbau melalui surat nomor 022//K.LA-04/PM.00.02/IV/2020 perihal pencegahan pelanggaran kepada bakal calon untuk tidak memberikan bantuan sosial mengatasnamakan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bersosialisasi dalam rangka pencalonan,”paparnya.

Dia mengharapkan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perlu kami tegaskan kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur agar tidak memanfaatkan pandemik Corona menjadi peluang politik,”ucapnya.

Dalam situasi kondisi saat ini imbuh mantan dosen IAIN Metro, jiwa dermawan dan negarawan harus lebih diutamakan tanpa kepentingan pencalonan. Maka dari itu, Bawaslu Lampung Timur mengirimkan surat pencegahan pelanggaran sekaligus himbauan secara resmi kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur.

“Peringatan sudah diberikan dari awal, sebagai salah satu langkah pencegahan bahwa Bawaslu sudah mengingatkan hal-hal yang tidak diperbolehkan, sehingga hal tersebut menjadi dasar untuk selanjutnya memproses jika terdapat dugaan pelanggaran,”ungkap Uslih.

Hal senada juga disampaikan Lailatul Khoiriyah, anggota Bawaslu Lamtim. Dia memastikan bahwa Bawaslu sudah memberikan surat imbauan ke semua bakal calon dalam memberikan bantuan baik untk pencegahan juha untuk memberikan Sembako tidak sosialisasikan menjadi bakal calon.

“Untuk Lamtim Bawaslu sudah berkirim surat imbauan kepada empat bakal calon,”tambah Mba Lely sapaan akrabnya.

Namun demikian dia menyebutkan bahwa sejauh ini secara deklaratif tidak ada Bapaslon yang mnyatakan dirinya sebagai bakal calon baik dalam stiker ataupun secara langsung dalam memberikan bantuan.

“Tetapi demkian hal-hal yang berkembang harus tetap kita ikuti karena menjadi tugas dan kewajiban Bawaslu,”pungkasnya. (Kandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *