Ibu Tiga Anak di Bogor, Bertahan  Makan Terigu Goreng

oleh -137 views

BOGOR – Leni (30), warga Kampung Totopong RT05/01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang harus bertahan di tengah pandemi corona. Ibu tiga anak itu terpaksa menggoreng terigu campur gula agar perut anak-anaknya terisi.

Menurutnya, bantuan pemerintah pun tidak pernah sampai di kediamannya. “Belum ada bantuan. Sampai saat ini belum datang juga. Kami butuh sekali,” kata Leni.

Namun ada rasa syukur ditengah – tengah hiruk pikuknya dan carut marutnya pemberian sembako masih ada lembaga non pemerintah yang mengamati, perduli, dan mengayomi si miskin.

Kamis, (21/52020). NU Peduli Kabupaten. Bogor Jaja Sujai salah satu Pengurus NU PEDULI (NU CARE) terus bergerak menyisir ke perkampungan sambil melepas penat yang hampir 2 bulan Stay at Home dan Work Form Home (WFH) sesuai dengan anjuran pemerintah, namun tatkala melintasi sebuah rumah di RT.05 RW.01 Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

NU Peduli PCNU Kabupaten Bogor yang dipelopori oleh Jaja Suja’i, SPd segera menyambangi Leni (30), warga Kampung Totopong RT05/01, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor salah satunya. Ibu tiga anak ini harus bertahan di tengah kesulitan akibat pandemi. Demi bertahan hidup, dia terpaksa menggoreng terigu campur gula agar perut anak-anaknya terisi.

Dalam ceritanya ibu Leni kepada Jaja Suja’i, meski telah memiliki suami yang bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta, namun ia mengaku sudah lama tak dikirimkan uang. Terkadang, Leni dan tiga anaknya hanya memakan singkong pemberian tetangga untuk santapan sehari-hari.

“Suami sudah lama enggak pulang dan enggak kirim uang juga. Saya terpaksa bikin tembleg terigu (terigu goreng) untuk mengganjal perut anak saya yang lapar,” katanya.

Ditempat terpisah H. Amirullah.SH (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bogor) ketika dimintai tanggapannya tentang Hibah Bansos pemerintah yang tidak semua masyarakat yang terdampak Covid 19 menerima, menjelaskan sebaiknya para petugas dalam mendata penerima bantuan tersebut harus bekerjasama dengan para RT dan RW karena merekalah yang tahu persis keadaan warganya dan saat ini adanya data yang belum terverifikasi sehingga banyak warga yang tidak menerima bantuan berupa paket sembako.

“Sementara pemerintah tengah mengebut penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Namun, hingga sekarang masih saja ada masyarakat yang lolos dari ‘jaring’ pengaman sosial pemerintah, pungkas H. Amirullah.

“Pada saat Covid-19 Kang Jaja memberikan beberapa paket sembako dan sedikit uang jajan buat anak-anak bantuan langsung tersebut diterima oleh ibu Leni dengan suka cita. mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dan perhatian NU Peduli Kab. Bogor guna meringankan beban keluarga yang tersebut, ucapnya.

“Suami sudah lama enggak pulang dan enggak kirim uang juga, Saya terpaksa bikin tembleg terigu (terigu goreng) untuk mengganjal perut anak saya yang lapar,” cerita ibu Leni pada Jaja Suja’I dan rombongan.

Menurutnya (Leni), “ Bantuan pemerintah pun tidak pernah sampai di kediamannya yang di utarakan kembali oleh Jaja Suja’I.

Sementara Mahmud, SH MH selaku Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor mengatakan pada wartawan,” Bantuan pemerintah sebenarnya ada tetapi dalam penyalurannya tidak tepat sasaran, ini karena ada kesalahan data penerima yang dibuat aparat Desa, Kata Mahmud.

“Dan selanjutnya kata Mahmud,” jumlah sembako yang akan disalurkan tidak cukup, contohnya dari 100 warga yang membutuhkan ternyata pemerintah hanya bisa menyalurkan 10 paket bantuan hal ini banyak menimbulkan gejolak sampai-sampai Ketua RT dan RW menolak bantuan untuk menghindari kecemburuan sosial di warga.

“Harapan saya jangan sampai musibah covid-19 menciptakan musibah baru yaitu musibah kelaparan, ini salah satu keironisan yang terjadi di Kab. Bogor dan pastinya ada juga di daerah-daerah lain yang mengalami nasib yang sama seperti yang dialami ibu Imas Romdona dan ibu Leni dengan ke 3 anak harus bertahan hidup dengan makan tembleg atau terigu goring,” pinta Mahmud selaku Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda). (Akurat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *