Kakon Sukaraja Didesak Beri Klarifikasi Minta Maaf Atau Mundur

oleh -1.079 views
Kakon Sukaraja, Boymin, foto ist

TANGGAMUS – Ungkapan pelecehan terhadap media online oleh Kepala Pekon (Kapekon)  Sukaraja Kecamatan Semaka, Boymin, terus menuai kecaman beberapa organisasi pers di Kabupaten Tanggamus.

Kali ini, Ketua DPD Komite Wartawan Indonesia (KWI) Tanggamus, Parta Irawan sangat menyesalkan tindakan Kapekon Sukaraja, Boymin tersebut.

Menurutnya, pers dilindungi konstitusi. Secara konseptual kebebasan pers akan memunculkan pemerintahan (pekon) yang cerdas, bijaksana dan bersih. Karenanya dia sangat menyesalkan ucapan yang diduga pelecehan terhadap media online.

“Saya berharap supaya kepala pekon yang bersangkuatan, memberikan klarifikasi dan meminta maaf,” harapnya, Sabtu (30/5) malam.

Kecaman yang sama disampaikan Sekjen PWRI Tanggamus, Junaidi. Dia menekankan oknum kapekon tersebut harus meminta maaf kepada media khususnya online yang sempat ia lecehkan.

“Kapekon tersebut harus membuat surat pernyataan permohonan maaf, dan dipublikasikan di media,” tegasnya.

Kecaman keras juga diungkapkan Ketua Pengurus Daerah IWO Tanggamus, Odo Kuswantoro.

Dia mengatakan, seiring berkembangnya dunia digitalisasi saat ini, media online merupakan alat komunikasi dan informasi yang dibutuhkan masyarakat, dengan berevolusinya Industri 4.1, maka akan berpanguruh pula pada perkembangan informasi publik.

“Seharusnya Boymin, kepala pekon yang melecehkan media online tersebut, harus sadar jika saat ini sudah zaman revolusi industri 4.0, dimana masyarakat lebih banyak mendapatkan informasi dari smartphone yang mereka pakai saat ini,” katanya.

Ditambahkannya, jika Boymin itu melecehkan dan menganggap sepele media online, justru dikhawatirkan jangan-jangan yang bersangkutan tidak kenal dengan dunia digital, atau bisa dibilang Gaptek (Gagap Teknologi).

“Saya berharap yang bersangkutan mundur sajalah sebagai kepala pekon, karena tidak tertutup kemungkinan pekon yang dipimpinnya akan tertinggal,” ujarnya.

Sebab, bagaimana pekonnya bisa maju, kalau pemimpinnya saja kurang peka dengan dunia informasi digital.

Dia berharap kedepannya tidak ada lagi pejabat, atau tokoh masyarakat Tanggamus, yang menyepelekan media online dan wartawannya. Karena menurut dia semua sudah ada tugas pokok dan fungsinya masing masing.

“Intinya kalau tidak sanggup berkomunikasi dan memberikan informasi sebagai pejabat publik, lebih baik mundur saja, daripada jadi bahan olok-olokan masyarakat dan publik,” tutupnya.(SMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *