Lampung Jadi Sentra Pengembangan Ikan Kobia Indonesia

oleh -54 views

JAKARTA –  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, menyampaikan bahwa Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung jadi UPT dari Ditjen Perikanan Budidaya yang berhasil memproduksi ikan Kobia.

Dikatakan bahwa BBPBL Lampung dalam membudidaya ikan Kobia  sudah memulai pemeliharaan sejak tahun 2006. Sehingga menjadi komoditas andalan masa depan perikanan Indonesia.

“Ini capaian yang luar biasa setelah perjalanan panjang, akhirnya kami mampu membudidayakan ikan Kobia. Dengan begitu, Indonesia siap menjadi produsen ikan Kobia,” tegas Slamet.

Ikan Kobia mempunyai pertumbuhan cepat, singkat, dan lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan ikan laut lain. Disamping itu, tekstur daging kompak dan enak, sehingga pasti banyak diminati.

“Ikan kobia mempunyai keunggulan yang menonjol yakni tidak bau amis, daging putih dan rendah kadar histamin,”paparnya.

Histamin merupakan  senyawa turunan asam amino yang terdapat pada daging ikan dan seringkali dapat memicu alergi atau keracunan. Oleh karenanya produktivitasnya akan terus kami dorong.

“Karena kami meyakini, ikan Kobia ini bisa menjadi komoditas unggulan di masa depan,”jelas Slamet.

Menurutnya ikan Kobia tergolong dalam jenis komoditas baru, namun saat ini mulai banyak dibudidayakan oleh masyarakat terutama selain di perairan Teluk Lampung,  Pahawang, Ringgung , Legundi, ada juga di Kepulauan Seribu, Pangandaran, Sibolga.

“Seiring dengan peningkatan produksi, tidak menutup kemungkinan nanti daerah lain juga akan mengikutinya,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Ujang Komarudin mengatakan pada tahun 2020 ini menargetkan produksi benih ikan Kobia di BBPBL Lampung sebanyak 100.000 ekor, dari 30 ekor induk dengan berat antara 5 – 15 kg. Nantinya semua benih itu, untuk program bantuan ke masyarakat.

“Tahun ini BBPBL Lampung telah menyerahkan bantuan benih ikan King Kobia sampai dengan bulan Juli 2020 sebanyak kurang lebih 26 ribu ekor kepada 3 kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Pangandaran dan 5 kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Pesawaran”, jelas Ujang.

Ujang menambahkan, adapun dari beberapa kelompok pembudidaya ini yang telah menikmati hasil budidaya ikan Kobia diantaranya Kelompok dari Desa Durian, dimana pembeli dari PT. Silly Fish Indonesia yang merupakan supplier produk ikan dan daging segar ataupun beku, bumbu dan saus serta makanan siap santap langsung menampung produk ikan Kobia hasil budidaya di Desa tersebut sehingga pembudidaya sangat terbantu olehnya.

“Sementara untuk pasar dalam negeri, selain PT. Silly Fish Indonesia, perusahaan Effendi Wong juga telah menyatakan siap menampung hasil budidaya ikan Kobia, sehingga untuk pemasaran tidak ada permasalahan” tutup Ujang.(Kandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *