Depresi, Pria di Tanggamus Nekat Gantung Diri

oleh -1.476 views
Diduga depresi Wawan warga Pekon Sinar Saudara, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas kabel, di rumah orang tuanya, Rabu (5/8/2020). Foto Mukhtar

TANGGAMUS – Diduga depresi lantaran tak kunjung mendapat kerjaan, pria di Tanggamus, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas kabel di rumah orang tuanya Pekon Sinar Saudara, Kecamatan Wonosobo, Rabu (5/8/2020).

Pria 25 tahun diketahui bernama Wawan ditemukan pertama kali oleh orang tuanya, pada pukul 17.00 WIB sore tadi. Kemudian dibantu tetangganya melakukan evakuasi dengan mememotonga kabel yang melilit leher korban menggunakan tangga.

“Pukul 17.00 WIB, tadi saya sedang duduk di serambi tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong di sertai tangisan histeris lalu saya bergegas mendatangi dimana asal suara tersebut,”ujar Ronik,warga setempat berprofesi guru ngaji, kepada Wawai News.

Tetangga dan keluarga mengevekuasi korban bunuh diri

Teriakan histeris meminta tolong tersebut datang dari rumah Mulhazam, merupakan orang tua korban yang  menangis histeris. Kemudian lanjut Ronik, tak berselang lama datang Jupri dan Marzuki, kemudian menanyakan dari luar rumah tapi tidak ada jawaban hingga berinisiatif mendobrak masuk.

“Ketika kami masuk, dikagetkan melihat sosok mayat tergantung, Kami dibantu lainnya langsung berinisiatif memotong tali gantungan dari kabel listrik menggunakan tangga yang berada tak jauh dari mayat tersebut”papar Roni bercerita.

Informasi dari orang tua Wawan, diketahui sebelumnya Wawan, baru pulang dari daerah Bandar Lampung. Dia almarhum meminta izin mencari kerja, dan ia dua malam berada di Ibu Kota Lampung tersebut untuk mencari pekerjaan.

“Kemarin sore dia baru pulang dari Bandar Lampung setelah dua malam abis mencari kerja,”ucap Mulhazam berkisah.

Menurut orang tuanya, Wawan baru kembali dari perantauan di wilayah Jakarta pada seminggu lalu. Dia diketahui bekerja sebagai vermak jeans. Mulhazam mengaku sempat berbincang dengan anaknya .

“Wawan sempat bilang ke mak nya, saya gak dapat kerja nanti kita buka vermak di Kota Agung ya mak,”kenanng orang tuanya.

Tak lama dari itu lanjut Mulhazam ia menyuruh anaknya Wawan makan malam.  Tapi wawan hanya tersenyum, tak lama kemudian wawan pergi tidur di kamar depan.

“Pagi tadi hingga sianv memang ga bangun, tapi saya pikir kecapean karena seharian jalan dari Tanjungkarang. Sore saya coba bangunkan lagi, tapi tidak ada jawaban, pintu terkunci dari dalam,”paparnya.

Merasa ada keganjilan Mulhazam mencoba mengintip dari cela lobang kamar. Setelah melihat ada sosok tergantung, tanpa pikir panjang langsung mendobrak pintu kamar.

Diketahui terkait aksi nekat Wawan mengakhiri hidup dengan cara gantung Sekira pukul 18.00 WIB sudah ditangani kepolisian dari Polsek Wonosobo, Polres Tanggamus, Banbinsa dan tim olah TKP.

Dari hasil olah TKP tim medis Wawan diindikasikan kuat murni bunuh diri, tidak ada tanda terjadi kekerasan di tubuh korban. Keluarga korban pun menolak dilakukan autopsi dan siap membuat surat keberatan (Mukhtar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *