Bulan ini, Insentif Pekerja Swasta Dicairkan Rp1,2 Juta

oleh -166 views
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi yang dihelat oleh Forum Merdeka Barat (FMB) 9, betajuk Optimalisasi Bangkit Dari Pandemi, Sabtu (15/8/2020) -foto sal

JAKARTA – Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, insentif untuk pegawai swasta yang tedaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp5 juta akan mulai dicairkan pada bulan Agustus 2020.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, insentif tersebut agar dapat dicairkan bulan ini juga. Sekaligus sebagai hadiah Kemerdekaan RI ke-75 untuk para pekerja swasta kita,” ujar dalam kegiatan diskusi yang dihelat oleh Forum Merdeka Barat (FMB) 9 betajuk Optimalisasi Bangkit Dari Pandemi, Sabtu (15/8/2020)

Budi menyampaikan, bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp37,74 triliun untuk insentif bagi pekerja swasta ini. Masing-masing penerima akan mendapatkan Rp2,4 juta, dan akan disalurkan dua kali, Rp1,2 juta pada kuartal (triwulan) III dan kuartal IV tahun ini.

“Data penerima manfaat yang kami terima mencapai 15,175 juta tenaga kerja. Saat ini proses akuisis dan validasi masih terus dilakukan. Kami sarankan agar calon penerima insentif segera menyerahkan nomor rekening ke BPJS Ketenagakerjaan,” tandas Budi.

Menurut Budi, bantuan ini melengkapi berbagai dukungan yang telah diluncurkan pemerintah sebelumnya di dalam kluster jaring pengaman sosial. Dengan demikian, pemerintah menyakini, hampir semua lapisan masyarakat telah tersentuh oleh pemerintah.

“Kita sudah berikan bantuan kepada 10 juta keluarga melalui Program Keluarga Harapan (PKH), yang saat ini realisasinya mencapai Rp27 triliun atau 72 persen dari pagu anggaran Rp37,4 triliun. Kita juga sudah memberikan Bansos Sembako kepada 20 juta keluarga, dan Bansos Tunai kepada 10,9 juta keluarga di Jabodetabek,” papar Budi.

Terakhir, Budi menyatakan, bahwa semua bantuan tersebut merupakan bagian dari agenda Indonesia Bekerja yang dimotori oleh Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. Budi berharap, pasca krisis, berbagai transformasi dapat dikembangkan, khususnya di sektor kesehatan dan ekonomi.

“Sebagaimana pidato kenegaraan Bapak Presiden pada Sidang Tahunan di DPR RI kemarin, jangan sampai krisis ini hanya meninggalkan korban. Tapi jadikan krisis ini bisa melahirkan reformasi industri kesehatan. Dan jangan sampai krisis ini meninggalkan kemunduran. Tapi jadikan krisis ini sebagai pintu gerbang menuju transformasi besar di bidang ekonomi masa depan,” pungkas Budi. (Sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *