Gelar Aksi, Warga Pulo Gede Tolak Penutupan Jalan Cendana Raya

oleh -166 views
rencana penutupan jalan Cendana Raya, komplek Jakapermai, Kota Bekasi, mendapat perlawanan warga di Kampung Pulo Gede RW 011. Mereka menggelar aksi menolak penutupan permanen tersebut, Selasa Sore (8/9/2020) - Foto Nugie

BEKASI – Warga Kampung Pulo Gede RW 011, Kelurahan Jakasampurna Bekasi Barat, Kota Bekasi, menggelar aksi menolak penutupan permanen jalan Cendana Raya di Komplek Jakapermai, Selasa Sore (8/9/2020).

Ratusan warga dari 12 RT Kampung Pulo Gede tersebut, memadati jalan Cendana Raya dipintu masuk Ujung Utara RW 06A. Aksi tersebut mengundang perhatian pengendara yang melintas.

Dalam aksinya, warga membawa spanduk berukuran besar bertuliskan menolak penutupan permanen jalan Cendana Raya. Terlihat aksi tersebut dijaga ketat petugas trantip dan Polisi.

Warga berkeliling komplek, menyuarakan aspirasi agar mendapat perhatian, meminta agar penutupan sekarang dibuka karena di beberapa komplek yang dulu ditutup karena Covid-19, sekarang sudah mulai dibuka. Hal itu agar jalur warga kembali normal untuk ke Kalimalang atau lainnya.

“Aksi ini, bentuk penolakan dari 12 RT di RW 011. Itu jalan sebelum komplek Jakapermai ada, sudah menjadi jalan umum akses warga Kampung Pulo ke arah Kalimalang,”ungkap Nurhadi Ketua RW 011 Selasa (8/9/2020).

Dikatakan aksi tersebut bentuk nyata dari kekompakan warga, karena penolakan datang dari Tokoh Masyarakat, Agama dan seluruh warga jika jalan Cendana Raya dilakukan penutupan permanen.

Pantauan di lokasi ratusan warga tersebut, berhenti di depan pintu Utara Jalan Cendana Raya yang selama ini, tertutup pagar teralis sejak pandemi Covid-19. Terlihat warga dari dalam  komplek ikut keluar, melihat kerumunan massa.

Warga dari komplek Jakasampurna tersebut bahkan ada yang meminta penyataan sikap, bahwa mereka mendukung warga Kampung Pulo Gede, agar jalan tidak ditutup.

“Saya ada rumah di dalam Komplek Jakapermai, saya tidak setuju lihat kehidupan disekitar sini mati suri, jika Jalan Cendana Raya ditutup permanen. Kalo masa PSBB, ok. Tapi jika permanen warga RW 011  juga punya kehidupan udah jangan terlalu gimana, sudah percaya saja lah,”ujarnya.

Sementara Lurah Jakasampurna, Edi Djunaidi di konfirmasi terpisah mengatakan bahwa penutupan permanen baru sebatas wacana yang digagas RW06 A. Sampai sekarang pihak Kelurahan belum ada tembusan terkait rencana penutupan permanen tersebut.

Pihak RW 06A imbuhnya baru melakukan jajak pendapat ke warganya, terkait rencana penutupan permanen jalan Cendana Raya. Dia mengakui, penutupan sekarang karena Pandemi Covid-19 dan sudah melalui kesepakatan antara RW011 dan RW06 A.

“Kalo mau ditutup permanen, tentunya teknisnya panjang. Harus melalui beberapa mekanisme karena itu jalan milik Kota Bekasi,”tegasnya

Diketahui RW011 pernah ditawari dibangunkan sekretariat dan diberi mobil ambulance, jika menyetujui jalan Cendana Raya ditutup secara permanen. Jalur tersebut merupakan akses warga Kp Pulo Gede menuju Kalimalang, dan ada sekolah elit yang berada di dalam komplek. (Nugie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *