Arinal Pimpin Pemusnahan Barang ilegal Senilai Rp7,298 Miliar

oleh -117 views
Foto adpim

LAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, memimpin pemusnahan barang Bukti Milik Negara (BMN) Hasil Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Bandar Lampung Tahun 2020.

Adapun barang yang dimusnahkan meliputi 6,5 juta batang rokok ilegal, dan 210 botol minuman keras ilegal, 71 buah sex toys, 3 karton 3 bungkus obat, 201 bungkus bibit/benih tumbuhan, 3 bungkus biji kopi, 1 bungkus buah etrog, 3 buku pornografi, 16 poster pornografi.

Kemudian 457 barang kiriman pos yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemilik barang maupun yang tidak memiliki perijinan impor dari instansi terkait.

Arinal mengungkapkan Pemerintah Provinsi Lampung dan KPPBC TMPB Bandar Lampung telah banyak melakukan sinergi dalam berbagai kegiatan.

Berdasarkan press rilis dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Bandar Lampung, menyebutkan bahwa seluruh barang ilegal yang dimusnahkan hari ini merupakan barang hasil penindakan petugas.

PBC tipe Madya Pabean B Bandarlampung selama tahun 2019 dengan total nilai barang sebesar Rp6,8 miliar dan barang kiriman pos tahun 2020 dengan total nilai barang sebesar Rp 498 juta.

Untuk penindakan rokok serta minuman illegal didapatkan dari hasil operasi penindakan oleh petugas terhadap sarana pengangkut berupa bus penumpang, truk, serta jasa titipan/ekspedisi, maupun dari hasil operasi pasar yang dilakukan terhadap took-toko penjual ecerean yang berada di wilayah Lampung.

Sedangkan untuk barang Impor kiriman pos berupa sextoy, bibit/benih tumbuhan, biji kopi, buah etrog, buku pornografi dan poster pornografi merupakan barang impor yang pemasukkannya wajib memiliki perijinan impor dari instansi teknis terkait.

Terkait upaya ke depan dalam meminimalisir barang-barang ilegal seperti rokok ilegal, Kepala Bea Cukai Bandarlampung, Esti Wiyandari menjelaskan bahwa pihaknya dibidang pengawasan akan melakukan operasi rokok illegal di toko-toko, di pasar, dan warung di seluruh wilayah provinsi Lampung.

“Kita akan menyebar anggota kita untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang yang menjual rokok ilegal,” jelas Esti Wiyandari.

Kemudian terkait barang illegal lainnya yang dikirim lewat Pos Lalu Bea, Esti mengatakan akan mensosialisasikan bahwa barang-barang tertentu ini harus ada ijinnya dari kementerian/lembaga terkait.

Dalam melakukan pengawasan, Lanjutnya, akan selalu berkoordinasi dengan Bea Cukai setempat maupun dengan instansi terkait lainnya, seperti di Bakauheni, pihaknya berkoordinasi dengan ASDP. (Kandar/adpim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *