,

Kasus Covid-19 Meningkat, Banyak OPD Belum Terapkan Prokes

oleh -165 views

TANGGAMUS – Meski jumlah kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten terus meningkat sepertinya belum diikuti penerapan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat di wilayah setempat.

Bahkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanggamus seharus menjadi panutan masih ditemukan banyak tidak mengikuti Prokes di kantornya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis mengaku kecewa. Dalam sidaknya dia menemukan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanggamus tidak menerapkan protokol kesehatan, Selasa (15/9/20)

Adapun Kantor yang di sidak yakni kantor Disdukcapil, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi Informatika.

Saat melaksanakan sidak di sejumlah OPD tersebut, dari seluruh kantor ditemukan cuma satu yang menerapkan protokol kesehatan berupa cek suhu, wajibkan cuci tangan dan sediakan handsanitizer.

“Saya kecewa karena dari sekian OPD hanya satu yang menerapkan program protokol kesehatan, ini harus digiatkan lagi, semua OPD harus terapkan protokol kesehatan,” Tegas Lubis.

Ia menambahkan bahwa Covid-19 tidak memandang siapa yang akan terkena, selagi masih manusia dan bisa untuk berkembang maka disitulah virus hidup. Maka siapa pun bisa terinfeksi Covid-19.

“Pemkab Tanggamus tidak mungkin meminta masyarakat patuhi protokol kesehatan jika para ASN tidak menerapkan protokol kesehatan tersebut. Sebab ASN adalah contoh bagi masyarakat,” Imbuhnya

Sementara sebelumnya Hamid Heriansyah Lubis lakukan sidak di pasar Kotaagung untuk menghimbau kepada pedagang pasar dan para pembeli agar megikuti protokol kesehatan.

Menurut Lubis, Kabupaten Tanggamus terdapat penambahan terkena Covid-19 yang totalnya 25 kasus.

“Ada peningkatan kasus dari dua kasus positif sebelumnya yang kini 25 kasus,” kata Lubis.

Selanjutnya khusus pasien 06, tempat tinggalnya tidak jauh dari pasar dan sebagai suplayer barang yang ada di Pasar Kotaagung, maka akan dilakukan tindakan penyemprotan disinfektan di pasar.

“Sesuai kebijakan, pasar tutup lebih awal jam 3 sore, karena akan dilakukan penyemprotan selama dua hari berturut-turut,” kata Lubis.

Ia minta masyarakat lakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mewaspadai dan rutin mencuci tangan pakai sabun.

“Tanpa dukungan masyarakat mustahil memutus mata rantai penularan Covid-19” Tandasnya.(SMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *