Pemerintah Janji Bantu Bangunan Korban Angin Puting Beliung di Bekasi Utara

oleh -56 views
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengunjungi lokasi terjangan angin puting beliung di RW 06, Kaliabang, Bekasi Utara, Sabtu (24/10/2020)- Foto Nugie

BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan kerusakan rumah warga yang diterjang angin puting beliung di wilayah Kaliabang, Bekasi Utara segera diajukan untuk mendapatkan dana tak terduga.

Kerusakan tersebut imbuhnya segera diusulkan menjadi kejadian  di luar kemampuan manusia sehingga kerugian tidak dapat dihindari, atau force majeure. Dengan demikian akan mendapat bantuan dari pemerintah Kota Bekasi.

“Langkah pertama tentu akan diusulkan kejadian di angin puting beliung di wilayah Bekasi Utara, menjadi force majeure,”kata Tri Adhianto, saat meninjau langsung kerusakan di lingkungan RW 06, Kaliabang, Bekasi Utara, Sabtu (24/10/2020).

Dikatakan bahwa teknisinya Dinas  Bangunan mulai mengidentifikasi berapa uang yang dibutuhkan sesuai jumlah kerugian rumah yang rusak dihantam angin puting beliung.

Kemudian mulai dikalkulasikan kebutuhan di keseluruhan untuk memperbaiki rumah warga yang porak-poranda akibat bencana.

Sesuai laporan jumlah rumah yang rusak akibat angin puting beliung yang mengamuk pada Jumat (23/10/2020) mencapai 159 rumah. Diantara 70 unit rumah dalam konidsi rusak parah 50 rumah rusak sedang 35 ringan.

“Terbesar kerusakan terjadi di lingkungan RW 06 Kaliabang. Bahkan ada beberapa rumah atapnya habis, hingga pagar roboh, di sini saja sesuai laporan RW ada 117 rumah yang rusak,”jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut Tri Adhianto mendampingi langsung anggota DPR RI Sukur Nababan merupakan perwakilan dari Kota Bekasi dan Depok.

Sukur Nababan meminta pemerintah Kota Bekasi segera hadir untuk memberi bantuan kepada warganya yang terdampak angin puting beliung.

Bantuan pertama adalah terpal bagaimana warga yang rumahnya rusak bisa kembali ke rumahnya sebelum ada perbaikan.

Sesuai data BPBD Kota Bekasi Hitung 149 KK Korban Terdampak Puting Beliungm kejadian tersebut egitu cepat pada Jumat sekira pukul 13.30 Wib di bilangan Bekasi Utara.

Akibatnya dua RW yang terdampak yaitu RW 06 dan RW 07. Rata-rata kerusakan pada atap rumah.

Saat ini terpantau di lokasi tersebut sudah dibangun tenda dan dapur umum dari relawan. Bantuan sementara datang dari perorangan ataupun organisasi Baguna. Warga yang terdampak memilih mengungsi dirumah tetangga ataupun di tampung di mushalla dan masjid sekitar pemukiman mereka.

Ketua RW 06 Sanusi, mengakui bahwa bantuan terus mengalir tapi baru dari kecamatan dan kelurahan seperti bantuan mie instan terpal dan lainnya.

Dia mengakui sampai saat ini bantuan belum memadai, karena ratusan kepala keluarga terdampak dan masih trauma dengan kejadian yang begitu cepat tersebut.

“Dari tadi malam warga ditampung di masjid dan musholla. Sebagian ada yang memilih mengungsi ke rumah saudaranya,”ujar dia.(Nugie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *