Gelar Aksi, Kawali Bekasi Tuntut Pemkot Bekasi Benahi RTH 

oleh -49 views
Kawali Bekasi Raya menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Menuntut pembenahan RTH di wilayah setempat segera dilakukan, Senin (26/10/2020)- foto dok

BEKASI –  Kawali Wilayah Bekasi Raya,  Jawa Barat, menggelar aksi damai menuntut pemerintah melakukan pembenahan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang diperuntukkan untuk hal lainnya.

Mereka mendesak pemerintah Kota Bekasi, memenuhi peraturan menteri perkejaan umum nomor 5 tahun 2008 terkait pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan 30 persen RTH dengan peruntukan sebesar 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH private.

Selain itu dalam aksi itu juga tegas meminta agar fungsi pemanfaatan hutan kota yang banyak di alih fungsikan untuk kawasan kuliner harus di evalusi dan di tata ulang kembali sesuai dengan fungsinya.

“Kami banyak mendapat laporan  terkait alih fungsi lahan RTH di Kota Bekasi yang kerap di alih fungsikan pemanfaatannya menjadi lahan yang tidak pada peruntukannya,”kata Yopi Oktavianto, Ketua KAWALI Bekasi Raya, Senin (26/10/2020).

Hal tersebut tandasnya berdampak pada ketersediaan RTH Ruang di Kota bekasi tidak mencapai target 30 persen. Artinya tidak ada alasan bahwa Kota Bekasi, tidak bisa memenuhi kuota tersebut karena bukannya menambah yang ada saja dikurangi fungsinya.

Dikatakan bahwa aksi yang dilaksanakan bentuk mengingatkan dan mengevaluasi kinerja Dinas Tata Ruang Kota Bekasi dalam bidang pengendalian Ruang Terbuka Hijau.

“Kami mendesak Wali Kota Bekasi untuk segera menyediakan Ruang Terbuka Hijau sebesar 30 persen dari luas Wilayah, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang,”tegasnya.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Hanan Tarya, sebagai staf Ahli Pemerintah Kota Bekasi. Namun demikian dia tida memberi janji apapun melainkan menampung dan menyampaikan bahwa Wali Kota Bekasi tengah ada di luar kantor dan tidak bisa menerima langsung.

“Pak Wali tidak bisa ikut serta dalam menemui teman-teman dari Kawali Karna ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, Aspirasi yang dituntut Kawali Bekasi Raya akan ditampung dan dijadikan evaluasi bersama pastinya bersama Wali Kota Bekasi.” Ucapnya.

Arif Rahman Hakim, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengakui bahwa capaian penyediaan RTH di Kota Bekasi  baru 15 persen yang bisa diadakan.

“Nanti kami akan panggil instansi terkait,  untuk dibedah bersama lembaran mana lagi RTH. Jika memang ada RTH yang sedang di komersilkan maka harus dikembalikan karena kebutuhan wilayah sebagai penyerapan air,”jelasnya.

Menurut Arif, jangan sampai peristiwa banjir besar pada awal tahun terulang lagi karena  RTH yang tidak maksimal di Kota Bekasi. Terkait lahan RTH yang di komersilkan ia menegaskan harus dikaji ulang besaran PAD bagi daerah dan kepentingan bagi lingkungan.

“Seperti di tempat Wisata Kuliner tersebut diketahui ada 40 persen menggunakan lahan RTH. Nanti kami cek lagi jika memang di katakan tidak ada lahan RTH digunakan untuk lokasi Wiskul tersebut,”tegasnya.

Dia berharap jangan sampai investasi melanggar aturan yang sudah ditentukan. Harus seimbang antara PAD dan ia investasi.  Karena antara keduanya sama pentingnya. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *