Ade Puspita Dukung Penundaan PTM di Kota Bekasi

139 views

BEKASI – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi, Ade Puspita mendukung langkah cepat pemerintah untuk melakukan penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mengikuti arahan pusat. Hal tersebut bentuk antisipasi dalam pencegahan terus mewabahkan virus Covid-19.

“Penundaan PTM sesuai jadwal dilakukan  simulasi pada Januari ini di Kota Bekasi, adalah langkah tepat. Karena penyebaran Covid-19 di wilayah ini belum selesai masih terus terjadi. Bahkan tingkat keterisian rumah sakit semuanya hampir penuh,”ungkap Ade Puspita Anggota DPRD Jawa Barat ini, usai berkumpul dengan relawan Katare, Kamis (7/1/2021).

Dikatakan bahwa masalah kejenuhan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu pasti ada, dan wajar. Namun demikian imbuhnya diharapkan semua warga atau orgtua murid dan peserta didik memahami persoalan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali secara maksimal. Sehingga jelasnya masalah kesehatan tetap harus menjadi prioritas.

Untuk orang tua peserta didik lanjutnya, dia menyarankan untuk mengajak putra- putrinya berdiskusi tentang pelajaran, pendampingan belajar, ajak untuk lebih banyak membaca buku ilmu pengetahuan atau pelajaran lainnya. Sehingga anak-anak tetap di rumah.

Menurutnya pemerintah Kota Bekasi sudah maksimal dalam penanggulangan wabah Covid-19 dengan memperpanjang adaptasi tatanan hidup baru dengan lingkup Kota Bekasi.

Hal itu tertuang dalam Kepwal Kota Bekasi Nomor 001/Kep-BPBD/I/2021. Dengan slogan menuju masyarakat sehat, aman dan produktif, Pemkot Bekasi bertekad untuk menekan penambahan kasus Covid-19. Dalam pertimbangannya menetapkan keputusan bahwa perpanjangan ATHB ke-6 ini berlangsung mulai tanggal 3 Januari 2021 sampai dengan 2 Februari 2021.

Pada Keputusan Wali Kota tersebut diharapkan untuk dapat meningkatkan koordinasi dengan beberapa unsur terkait. Seperti, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia serta meningkatkan peran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara konsisten dalam melakukan penegakan Protokol Kesehatan dan pengamanan secara menyeluruh.

Lebih lanjut, dalam Pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Corona Virus Disease (Covid-19) harus bisa diperankan oleh berbagai bidang.

“Masyarakat pun dihimbau untuk disiplin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 4M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” ajak wanita yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu.

Tidak lupa untuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga imunitas tubuh. Kawan Teh Ade Puspitasari (KATARE) yang diketua Oleh Ibu Irawati, S. Pd. dengan mendukung giat-giat kemasyarakatan. (Chandra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here