Kantor Kelurahan Jatimulya di Tambun, Ternyata Diatas Lahan Milik Warga

121 views

BEKASI – Persoalan Kantor Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang berdiri diatas lahan milik warga masih belum menemukan titik temu.

Rohim (49) ahli waris dari Hj Ron Binti Ribut, meminta agar Pemda segera menyelesaikan hak atas tanahnya. Hal itu disampaikannya setelah memasang pamflet. Rabu, (6/1/2021).

Rohim (49) yang didampingi ahli waris lainnya mengatakan, mereka butuh kepastikan penjelasan tanah kurang lebih 1.000 meter persegi itu. Sebab sampai saat ini belum ada kejelasan lahan kami.

“Sampai sekarang, kami tidak mendapatkan kejelasan hak kami soal lahan yang kini dijadikan Kantor kelurahan. Makanya kami pasang pamflet untuk mengingatkan Pemda.” katanya.

“Nah, tinggal kelurahan ini bagaimana. Kami kan hanya nanya kejelasannya, apalagi katanya tahun ini bakal direalisasi apa gimana. Saya juga belum tau sampai sekarang. Makanya kita buat gebrakan seperti ini agar hak kami cepat diproses.”lanjutnya.

Kata Rohim, selama ini belum solusi yang diberikan pemerintah sejak pergantian desa menjadi Kelurahan.”Alasannya, mereka bilang baru menjabat dan baru dilantik. Padahal masalah ini sudah bergulir sejak tahun 2016. Kami sudah bersabar. Kami engga mau masalah ini berlarut-larut.”keluhnya.

Pihaknya pun tetap menyerahkan sepenuhnya bagaimana keputusan dan solusi yang diinginkan oleh pemerintah.” Kita serahkan ke pemerintah gimana maunya. Apakah bunyinya nanti ganti rugi apa gimana. Makanya saya minta kejelasan. Karena saya kan belum tahu,” tukasnya.

Ia mengaku masalah ini sudah pernah dibahas tapi karena ada pergantian pejabat setempat sebelumnya seperti Lurah maka masalah ini sempat terhenti hingga sekarang.

“Makanya saya engga pernah dapat laporan. Masa saya harus nanya tiap hari, kan gak mungkin. Mestinya ada serah terima dari pejabat lama ke pejabat yang baru terkait hal ini.

“Agar tidak berpolemik, saya meminta Bupati Bekasi turun tangan untuk penyelesaian masalah ini secepatnya.”pungkasnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi. Kamis, (7/1/2021) Camat Tambun Selatan Junaefi mengatakan sudah melaporkan masalah ini ke Bupati Brkasi.

“Hari ini sudah kita kirimkan surat laporan ke Pak Bupati untuk penanganan masalah tersebut.” singkat Junaefi melalau pesan singkatnya.

Ketua ARB Bekasi Latif, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa pada 5 januari 2021 telah terjadi pemasangan banner di Kelurahan Jatimulya diduga dipasang oleh keluarga ahli waris H. Ron binti Ribut, yang selama ini diduga belum membayarkan uang sewa dari ahli waris tersebut.

“Kami menduga adanya tidak transparansi terkait uang sewa lahan tanah ahli waris H. Ron binti Ribut yang diduga +40 tahun lamanya lahan tesrebut belum di bayarkan,”ujar Latif.

 

Lahan itu imbuhnya selama ini di tempati oleh pihak pemerintah kelurahan jatimulya, diduga uang sewa tersebut tidak pernah sampai kepada pihak keluarga dan ahli waris.

“Kami selaku Mahasiswa dan pemuda jatimulya menyayangkan hal tersebut.
Kami meminta kepada camat tambun Selatan dan Bupati untuk segera turun tangan menyelesaikan lahan sengketa itu dan pertanggungjawabanya kepada lurah jatimulya atas pemasangan banner oleh ahli waris dan keluarga H. Ron binti Ribut,”ujarnya.

Menurutnya Kelurahan Jatimulya harus sudah mempunyai lahan sendiri tanpa harus menyewa.
(ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here