Mantan Kapolres Tanjungpinang ini, Dijagokan Calon Kapolri

126 views
Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto masuk bursa calon Kapolri. foto ist

JAKARTA – Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto disodorkan bersama empat jenderal bintang tiga lainnya sebagai calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Kapolres Tanjungpinang tersebut menjadi yang paling senior dibandingkan empat nama lainnya. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1987.

Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur 24 Maret 1965 itu telah menempati sejumlah posisi di Korps Bhayangkara, mulai dari tingkat kepolisian resor (Polres) hingga Mabes Polri.

Dirangkum dari berbagai sumber, Arief mengawali karir di Polres Surabaya. Ia kemudian masuk wilayah Polda Metro Jaya. Arief juga pernah menjadi sekretaris pribadi kapolri pada 1999.

Karirnya terus meningkat. Jenderal bintang tiga itu kemudian menjadi Kapolres Indragiri Hilir, Riau pada 2003. Ia mulai masuk Mabes Polri pada 2006, saat ditunjuk menjadi Kasubbag Prodsus Bag Produk Roanalisis Bareskrim Polri. Sampai akhirnya, Arief diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri pada 2010.

Arief lantas ditarik menjadi Staf Ahli Manajemen Kapolri. Tak lama kemudian ia diangkat menjadi Asisten SDM Kapolri. Saat itu, Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolri.

Karirnya meroket ketika Arief dipercaya menggantikan posisi Ari Dono Sukmanto sebagai Kabareskrim pada 2018. Kursi Kabareskrim merupakan posisi strategis di Korps Bhayangkara.

Namun, Arief tak lama menduduki posisi Kabareskrim. Belum banyak prestasi yang dibuatnya dalam usia jabatannya yang seumur jagung. Ia digeser oleh Tito untuk menjadi ‘kepala sekolah’ di Polri.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengamini kabar hubungan yang tak harmonis itu. Neta mengatakan perang dingin antara Tito dengan Arief itu telah mengganggu soliditas internal Polri.

Menurutnya, mutasi Arief dari Kabareskrim ke Kalemdiklat merupakan solusi tepat yang diambil Tito untuk mengakhiri ‘perang dingin’ dengan Arief.

Saat memimpin serah terima jabatan Januari 2019, Tito membantah kabar keretakan di tubuh Polri. Ia mengatakan tak ada faksi atau kelompok yang terlibat konflik. Menurutnya, internal Polri tetap solid.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here