Beda Data Kependudukan BPS dan Kemendagri, Ini Penjelasannya

88 views
Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori, menyampaikan sambutan saat rilis data kependudukan bersama BPS, di Jakarta, Kamis, (21/1/2021) - foto dok ist

JAKARTA – Data jumlah penduduk Indonesia antara BPS dengan yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terjadi perbedaan.

Menurut Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori jumlah penduduk Indonesia per semester II tahun 2020 berjumlah 271.349.889 jiwa, terdiri atas 134.229.988 perempuan dan 137.119.901 jiwa laki-laki.

“Jika dilihat jumlah penduduk per pulau Indonesia. Kalau kita lihat Pulau Jawa menempati urutan pertama paling banyak yaitu sebesar 55,94%. Menyusul Sumatera sejumlah 21,7%. Kemudian Sulawesi sejumlah 7,43%,”katanya dalam acara dalam acara Rilis Bersama Data Sensus Penduduk 2020 dan Data Administrasi Kependudukan 2020, Kamis (21/2/2021).

Selanjutnya untuk Kalimantan 6,13%. Bali dan Nusa Tenggara ini saya kira berjumlah 5,57%. Papua Sejumlah 2,02%. Dan Maluku 1,17%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut jumlah data penduduk dari hasil sensus per September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa. Dimana jumlah penduduk laki-laki sebesar 136,66 juta jiwa 50,58%. Sementara jumlah penduduk perempuan adalah 133,54 juta atau sebesar 49,42%,”

Lebih lanjut terkait sebaran penduduk Indonesia tahun 2020 per pulau, sebanyak 151 ,6 juta jiwa atau 56,1% penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa. Lalu 58,6 juta jiwa atau 21,68% di Pulau Sumatera. Kemudian 19,9 juta jiwa atau 7,36% di Sulawesi, 16,5 juta jiwa atau 6,15% ada di Pulau Kalimantan.

Untuk Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 15 juta jiwa atau 5,54%. Terakhir Maluku dan Papua sebanyak 8,6 juta jiwa atau 3,17%.

Dia mengakui bahwa ada perbedaan data antara BPS dengan Kemendagri. Namun dia menegaskan bahwa data BPS dan Kemendagri sudah menyatu.

“Jadi kalau dilihat, penduduk hasil sensus penduduk Indonesia merefer pada data September per 2020, Sementara data dari adminduk (Kemendagri) mengacu pada posisi Desember 2020. Ada kenaikan karena ada laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,14% dari bulan September ke Desember,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here