Lingga Belum Konversikan Minyak Tanah ke Gas Elpiji 3 Kg

160 views
Pelaku usaha kecil di Kabupaten Lingga, berharap ada kebijakan masuknya gas elpiji ukuran 3 Kilogram di wilayahnya, Jumat (22/1/2021)- foto Ridwan

LINGGA – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terutama kalangan ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, berharap pemerintah memasukkan gas elpiji ukuran 3 Kilogram di wilayah setempat guna mendukung usahanya.

Diketahui saat ini, pengguna gas elpiji di Kabupaten Lingga sudah meluas terutama bagi para pelaku industri skala kecil. Ironisnya sampai hari ini Gas LPG 3 Kg bersubsidi belum sama sekali di distribusikan di Kabupaten Lingga.

Hal tersebut membuat pedagang terpaksa menggunakan gas non subsidi ukuran 12 Kilogram yang harganya memberatkan bagi pelaku usaha kecil menengah.

“Kami, menggunakan Gas non subsidi untuk kebutuhan berjualan di Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Untuk satu bulan ia bisa menghabiskan lima tabung gas yang 12 Kg dengan harga beli Rp 180.000/tabung,”ujar Oki salah satu pegadang kue tiaw Jumat (22/1/2021).

Diakuinyam kurun waktru sebulan menghabis 5 tabung gas. Dia berharappemerintah bisa mendistribusikan gas bersubsidi di wilayanya. Untuk mendukung pelaku UMKM dan lainnya.

Hal senada juga di sampaikan Arci pedagang bakso dan mie ayam di Dabo Singkep, ia mengakui dalam satu bulan bisa menghabis 4 sampai 5 tabung gas untuk kebutuhan jualan dan rumah tangga, ia pun berharap ada jual Gas bersubsidi di Dabo Singkep

“Saya mau tidak mau harus beli gas tidak ada subsidinya bang, kalau seandainya ada gas bersubsidi, maka akan sedikit membantu” sebutnya saat di temui di tempat jualannya.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Kabupaten Lingga, Razwin Abdullah

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Lingga melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Razwin Abdullah mengatakan, ia mengakui saat ini pihaknya belum mengkonversi Minyak Tanah ke Gas bersubsidi

“Kita lagi mempertimbangkan untuk mengkonversi Minyak Tanah ke Gas bersubsidi, di satu sisi kalau kita konversi ke gas harga minyak tanah akan melambung tinggi dan itu malah akan merugikan masyarakat kita juga” ujarnya saat di temui di ruang kerjanya Rabu, 20/1/2020

Ditambahkannya, untuk agen-agen toko yang menjual eceran gas 12 Kg non subsidi secara bebas, ia mengakui tidak tahu sama sekali

“Toko yang menjual ecer Gas 12 Kg non subsidi tersebut kita tidak tahu, mungkin mereka (agen toko) bawa dari luar daerah pakai kapal kargo” tutupnya. (Sijorikepri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here