Sudah Disurvei, Ijazah Alumni SMKN 1 Kobar Masih Ditahan

668 views
Kepala SMK Negeri 1 Kotaagung Barat Sri Purwatiningsih -foto dok wawai news

TANGGAMUS – Tiga bulan berlalu, delapan ijazah alumni peserta didik yang ditahan oleh SMK Negeri 1 Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, belum ada kejelasan.

Sampai sekarang Orang tua siswa yang ijazah anaknya ditahan oleh pihak sekolah masih menunggu kepastian dan pemanggilan dari pihak sekolah, sesuai janji setelah rumah orang tua siswa ijazahnya ditahan disurvei.

Diketahui penahanan ijazah sejumlah alumni SMK Negeri 1 Kota Agung Barat tersebut, alasannya karena orang tua siswa, belum menyelesaikan dana komite sekolah. Bahkan pihak sekolah pernah berjanji akan memberikan ijazah setelah ada survei dilakukan sekolah. Tapi janji hanya tinggal janji, ijazah tetap tertahan.

“Waktu itu, pihak sekolah survei ke rumah, dan mereka menyampaikan nanti ada pemanggilan ke sekolah, jadi sampai hari ini masih menunggu instruksi dari pihak sekolah, sementara kami orang yang berpenghasilan rendah” kata Alimudin orang tua siswa alumni SMK Negeri 1 Kotaagung Barat, kepada Wawai News, Rabu (3/3/2021).

Meski sudah tiga bulan berlalu sejak survey dilakukan pihak sekolah, tapi sekarang jelas Alimudin, belum ada tanda tanda ijazah anaknya segera diberikan pihak SMKN 1 Kabar.

Ia berharap pihak sekolah mempunyai kebijakan. Jangan karena, saat survey melihat kondisi rumah beserta isinya, lalu mengambil kesimpulan sendiri. Menurutnya walaupun rumah gedong tapi penghasilannya tidak mencukupi apalagi saat ini ditengah pandemi Covid-19 semua menjerit akibat himpitan ekonomi.

“Saya berharap agar pihak sekolah berlaku bijak, dan jangan seolah merasa rugi untuk memberikan ijazah bagi orang yang tidak mampu, dan rumah yang mewah beserta isinya tidak menjamin bahwa orang itu mampu, karena penghasilannya belum tentu mencukupi” lirihnya.

Sebelumnya saat dimintai penjelasan terkait ijazah siswa yang masih tertahan, Kepala SMK Negeri 1 Kotaagung Barat, Sri Purwatiningsih menyampaikan bahwa dari hasil survei petugas sekolah, tidak semuanya bisa dibantu, karena kondisi orang tuanya juga orang mampu.

“Kami sudah lihat, rumah orang tuanya gedong, isi rumahnya bagus, dan orang tuanya juga sanggup membayar, saat survei, kita telah menyampaikan melalui petugas, bahwa orang tuanya akan dipanggil ke sekolah, tapi karena kesibukan, maka kami belum sempat” katanya beberapa waktu lalu.

Sri menegaskan bahwa jika ijazah siswa belum diambil dari sekolah, berarti ijazah tersebut belum akan digunakan.

“Berarti kalau ijazah belum diambil kan belum akan digunakan, tapi kalau memang penting betul akan digunakan, pasti orang tuanya akan datang ke sekolah” Pungkasnya.

Sementara Anggota Komite SMK Negeri 1 Kotaagung Barat, Mat Zaili menyampaikan bahwa supaya ada kejelasan, orang tua siswa akan di panggil ke sekolah untuk musyawarah, ia menegaskan pihak sekolah bukan menahan ijazah.

“Supaya ada penjelasan, jadi orang tuanya nanti di panggil, kita musyawarahkan, intinya kita bukan menahan ijazah, bagaimana caranya, istilahnya, selama mereka itu sekolah yang ada kewajibannya harus diselesaikan dulu” ungkapnya.

Dengan lantang Mat Zaili mengatakan bahwa selama siswa tersebut bersekolah sudah pasti ada kewajiban membayar ke sekolah, dan itu merupakan tanggung jawab orang tua tersebut.

“Siawa itu dari kelas 1 sampai kelas 3, sudah positif ada SPP nya segala macem, itu kan kewajiban orang tua, masa kita menitipkan anak hanya begitu aja, toh lulus kita ambil STTB nya, begitu kan gak mungkin, berartikan mau bikin anak tapi gak tanggung jawab” Tegasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here