Lamis, Tradisi Warga Pekon Negeri Ratu Berburu Kerang Saat Air Laut Surut

200 views
Lamis
Tradisi Lamis di Pekon Negeri Ratu , Kota Agung, Tanggamus, masih terjaga. Warga memanfaatkan air laut surut menjadi pemandangan keseharian di wilayah setempat, Minggu (14/3/2021) - foto Sumantri

TANGGAMUS – Bermodalkan ember kecil, pria, wanita dan anak-anak mulai menyisir dasar laut ketikaairnya mulai surut. Mereka menyebar, memanfaatkan waktu untuk mencari kerang atau bahasa Pekon Negeri Ratu nya lazim disebut Lamis.

Kebiasaan masyarakat Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus, Lampung, mencari kerang atau biasa disebut Lamis tersebut sudah biasa dilakukan oleh warga sekitar di saat keadaan laut sedang surut, tradisi itu sudah turun temurun dilakukan samapai sekarang.

Lamis merupakan hewan laut berupa kerang, Lamis muncul dan dapat diambil di saat air laut sedang surut, jika air laut sedang pasang, maka Lamis susah untuk di dapat.

Pemandangan yang unik ini hanya bisa dilihat saat air laut sedang surut, biasanya di hari libur dan sore hari, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berjibaku dengan ombak hanya untuk mendapatkan kerang tersebut.

Kebiasaan itu, telah berlangsung sejak zaman nenek moyang dulu, bukan hanya warga setempat yang datang untuk mencari kerang di sekitar pantai laut Negeri Ratu, bahkan warga dari desa/pekon tetangga.

Hasil dari Lamis yang di cari memanfaatkan laut surut tersebut dibuat untuk makanan keluarga seperti di tumis atau direbus biasa di beri bumbu. Pengolahan secara alami mungkin hanya sebatas itu belum ada kreasi seperti di rumah makan seafood.

“Warga di sini memang mencari kerang nya saat laut surut, biasanya yang rame kalau sore hari, apalagi di hari libur seperti sekarang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, rame di laut ini, bahkan orang dari pekon lain yang datang” kata Fahmi, warga Pekon Negeri Ratu. Minggu (14/3/21).

Warga setempat sangat faham kapan waktunya air laut surut, sembari menunggu air laut surut, biasanya warga sekitar menikmati lambaian angin di pantai, bahkan rombongan membawa bekal makanan demi mendapatkan kerang.

“Warga di sini sangat faham, kapan waktunya air laut surut, bahkan sambil menunggu laut nya surut, mereka membawa bungkusan nasi, dan makan di pinggir pantai, apalagi hari libur” ujar Fahmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here