ASN Lampung Utara Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penipuan

130 views
Pelaku penipuan yang ditangkap oleh Satreskrim Polresta Bandarlampung, Sabtu (3/4/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

LAMPUNG – Demi kepentingan pribadi seorang Aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Lampung Utara, bertindak lebih jauh di luar tugasnya. Ia menipu dengan modus mampu memasukkan seseorang sebagai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol).

Tak tanggung-tnggung korbannya pun mencapai puluhan orang bahkan rekannya sesama ASN dengan menjanjikan mampu menaikkan pangkat. Tapi setelah uang diterimanya semua orang yang dijanjikan tidak satu pun terealisasi.

Hingga akhirnya Wanita ASN berinisial L diketahui bertugas di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Utara ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung karena kasus penipuan terhadap puluhan orang.

“Nyonya berinisial L ini telah melakukan penipuan terhadap 24 orang dengan keuntungan penggelapan yang dihasilkan mencapai Rp569 juta,” kata Wakil Kepala Satreskrim Polresta Bandarlampung Iptu Djoni Apriyadi, di Bandarlampung, Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa modus yang dilakukan nyonya L yang merupakan warga Bandaampung itu menipu dengan berdalih dapat memasukkan orang-orang yang ditipu tersebut menjadi honorer Satuan Polisi Pamong Praja di Provinsi Lampung.

“Dia meminta uang sebesar Rp30 juta sampai Rp40 juta per kepala kepada orang-orang yang dijanjikan masuk honor di Sat Pol PP,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku juga menipu seorang ASN lainnya dengan menjanjikan bisa mengurus kenaikan pangkat/jabatan atau golongan PNS tersebut dengan biaya yang diminta sebesar Rp140 juta.

“Ada satu korbannya yang ditipu dijanjikan naik pangkat ke eselon,” katanya lagi.

Dia pun menjelaskan kembali bahwa setelah uang ditransfer ke rekening pelaku oleh para korban, namun hingga waktu yang dijanjikan tidak ada satu pun dari mereka yang menjadi honorer atau pun naik pangkat.

“Berdasarkan keterangan pelaku, dana yang diterimanya dipakai untuk keperluan pribadi,” kata dia.

Djoni pun mengatakan bahwa kasus penipuan tersebut masih akan dilakukan pengembangan dan mendalami perkaranya lebih spesifik lagi.

“Atas kasus tersebut pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” kata dia lagi. (red/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here