Diresmikan, Jembatan Jalatunda Bakal Pantik Pariwisata dan Ekonomi Kampung Payangan

195 views
Pokdwaris Jatusumbi bersama sesepuh di Kampung Payangan, Jatisari, Kota Bekasi, menggelar syukuran di lokasi jembatan Jalatunda sebagai bentuk peresmian, Senin (11/10/2021)- foto Ist

BEKASI – Layaknya kelahiran seorang bayi, disambut dengan perayaan sebagai wujud suka cita orang tua atas kelahiran sang buah hati yang telah lama dinantikan. Begitu lah gambaran sukacita warga di Kampung Payangan Jatisari dengan adanya destinasi wisata baru di Keramat Asem.

Saat ini tengah viral jembatan Jalatunda, di lokasi Keramat Asem, Kampung Payangan, Jatisari Kota Bekasi, Jawa Barat. Bentuk kegembiraan itu warga bersama Pokdarwis Jatusumbi menggelar syukuran sekaligus meresmikan nama jembatan bambu yang panjang hampir mencapai 100 meter itu dengan nama Jalatunda.

Tentunya menjadi hal yang luar biasa berkat kerja keras dan gotong royong, jembatan Jalatunda menjadi jalur alternatif ke objek wisata religi dari pemukiman warga. Jembatan tersebut diharapkan juga membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitar Kampung Payangan. Banyak potensi yang mulai dikembangkan dilokasi tersebut seperti jalur trek sepeda kedepan akan ada wisata air arung jeram dan tubbing dengan memanfaatkan aliran Kali Cikeas.

“Syukuran sederhana bersama sesepuh dan pemuda di Kampung Payangan merupakan bagian dari budaya setempat. Syukuran ini pelestarian adat yang terus terjaga secara turun temurun, seperti menyambut bayi yang baru lahir”ujar Ketua Pokdarwis Jatusumbi, Senin (11/10/2021).

Upacara kelahiran ini dilakukan untuk menghormati leluhur dan rasa syukur atas kelahiran si Kecil atau dengan jadinya jembatan Jalatunda sebagai spot baru destinasi wisata di perbatasan Bekasi-Bogor. Layaknya menyambut sang bayi, yang selama sembilan bulan diperjuangkan ibu dalam kandungan, merupakan pengalaman terbaik setiap ibu.

Begitu lah mereka menganalogikan jembatan Jalatunda yang baru selesai meski masih banyak butuh support agar menjadi anak penyejuk hati, indah dipandang dan bisa jadi tempat bermain di Kampung Payangan Jatisari.

Upacara adat oleh kasepuhan dan para pengurus Pokdarwis Jatusumbi, berjalan khidmat sebagai bentuk syukur dengan berkirim doa kepada leluhur. Karena perjuangan melalui kerja keras dan semangat para pengurus Jatusumbi dalam membangun jembatan yang dikerjakan selama dua bulan itu akhirnya selesai juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here