Patung Semar di Tiyuh Totomulyo, Akhirnya Diganti Ikon Budaya Lampung

2.093 views
Foto patung Semar memegang payung warna hitam, di desa Toto Mulyo kecamatan, Gunung Terang Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendapat kecamatan Warganet.

TUBABA- Sempat viral Tugu Semar di Simpang Mail Tiyuh Toto Mulyo, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), yang dibangun melalui dana desa akhirnya diganti dengan ikon budaya Lampung.

Hal tersebut sesuai hasil musyawarah yang dipimpin Camat Gunung Terang, Dahyi Adiwijaya. Solusi tersebut disepakati agar tidak berkembang luas. Sehingga sementara waktu patung tersebut ditutup menggunakan terpal, sebelum diganti ikon budaya Lampung yang akan dikerjakan  setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

“Saya mengundang seluruh elemen masyarakat baik tokoh pribumi atau tokoh masyarakat Tiyuh Toto Mulyo, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Dahyi Adiwijaya dilansir dari Kupas Tuntas, Kamis (7/5/2020).

Musyawarah juga dihadiri Kapolsek Gunung Agung, AKP Tri Handoko. Ia  menerangkan, karena saat ini masalah patung ini telah di tangani kabupaten melalui musyawarah tiyuh, ia meminta untuk mencari solusi sebagaimana dimaksud.

“Mari kita bersama-sama mencari solusi yang terbaik.  Untuk patung semar ini, jika hasil pertemuan ini akan diturunkan, patung semar ini masih bisa ditempatkan di taman tiyuh sebelum balai tiyuh depan,” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Tiyuh (PMT) , Miral Hayadi mengungkapkan, anggaran perubahan patung tugu itu akan masuk ke dana desa tahun depan.

“Jika akan membalik dan menurunkan patung tersebut, pasti akan menurunkan biaya. Maka dari itu, agar pemerintah mulai menyusun anggaran belanja atau menganggarkan pada APBT perubahan 2021,” ucapnya.

Samsurijal, Tokoh Adat Megou, Pak Tubaba, Marga, Suwai Umpu, Gunung Terang mengatakan warga masyarakat adat dari suwai umpu mengharapkan, tugu ini tidak diperoleh, namun di kolaborasi. Munculnya semar itu tidak akan menjadi ribut jika sebelumnya musyawarah.

“jika pembangunannya melalui musyawarah bersama masyarakat dan masyarakat adat,” ungkap Samsurijal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here